click tracking
Kebidanan: STANDAR ASUHAN KEBIDANAN

Rabu, 16 Februari 2011

STANDAR ASUHAN KEBIDANAN


Kebidanan adalah bagian integral dari sistim kesehatan dan berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam memberikan pelayanannya mengyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian.
Asuhan Kebidanan: Adalah prosedur tindakan yang dilakukankan oleh bidan sesuai dengan wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan, dengan memperhatikan pengaruh - pengaruh sosial, budaya, psikologis, emosional, spiritual, fisik, etika dan kode etik serta hubungan interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan dan mengutamakan keamanan ibu, janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. Asuhan kebidanan diberikan dengan mempraktikan prinsip-prinsip bela rasa, kompetensi, suara hati, saling percaya dan komitment untuk memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin / bayinya
Standar asuhan kebidanan adalah acuan dalam proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai kewenangan dan ruang lingkup prakteknya bedasarkan ilmu dan kiat kebidanan. Mulai dari pengkajian, perumusa diagnosa, atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan atau dokumentasi.
.
STANDAR I: METODE ASUHAN
Asuhan kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah: mengumpulkan data dan analisa data, penentuan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan dokumentasi.
  1. Ada format manajemen kebidanan yang sudah terdaftar pada catatan medis.
  2. Format manajemen kebidanan terdiri dari: format pengumpulan data, rencana format pengawasan resume dan tindak lanjut catatan kegiatan dan evaluasi.

STANDAR II: PENGKAJIAN
A.     Pernyataan standar
Bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat, relevan dan lengkap dan semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien
B.     Kriteria Pengkajian
1.      Data tepat, akurat dan lengkap
2.      Terdiri dari data subyektif (hasil anamnesa, biodata, keluhan utama, riwayat obtetr, riwayat kesehatan dan latar belakang social budaya).
3.      Data obyektif (hasil pemeriksaan fisik, fisiologi dan pemeriksaan penunjang).


C.     Definisi Operasional
1.      Ada format pengumpulan data
2.      Pengumpulan data dilakukan secara sistematis, terfokus yang meliputi data-data
a.       Demografi, identitas klien
b.      Riwayat penyakit terdahulu
c.       Riwayat kesehatan reproduksi
d.      Keadaan kesehatan saat ini termasuk kesehatan reproduksi
e.       Analisa data
3.      Data dikumpulkan dari
a.       Klien/pasien, keluarga dan sumber lain
b.      Tenaga kesehatan
c.       Individu dalam lingkungan terdekat
4.      Data diperoleh dengan cara
a.       Wawancara
b.      Observasi
c.       Pemeriksaan fisik
d.      Pemeriksaan penunjang




STANDAR III: DIAGNOSA KEBIDANAN
A.     Pernyataan standar
Bidan menganalisa data yang diperoleh pada pengkajian, menginterprestasikannya secara akurat dan logis untuk menegakkan diagnosa dan masalah kebidanan yang tepat.
B.     Kriteria perumusan diagnosa dan atau masalah
1.      Diagnosa sesuai dengan nomenklaktur kebidanan
2.      Masalah dirumuskan sesuai dengan kondisi klien
3.      Dapat diselesaikan dengan asuhan kebidanan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan
C.     Definisi Operasional
1.      Diagnosa kebidanan di buat sesuai dengan kesenjangan yang di hadapi oleh klin atau suatu keadaan psikologis yang ada pada tindakan kebidanan sesuai dengan kewenangan bidan dan kebutuhan klien.
2.      Diagnosa kebidanan dirumuskan dengan padat, jelas, sistematis mengarah pada asuhan kebidanan yang di perlukan oleh bidan

STANDAR IV: PERENCANAAN
A.     Pernyataaan standar
Bidan merencanakan asuhan kebidanan berdasarkan diagnosa dan masalah yang ditegakkan.

B.     Kriteria pencanaan
1.      Perencanaan tindakan di susun berdasarkan prioritas masalah dan kondisi klien, tindakan segera, tindakan antisipasidan asuhan secara komperhensif.
2.      Melibatkan klien/pasien dan atau keluarga.
3.      Mempertimbangkan kondisi psikologi dan social budaya klien/keluarg.
4.      Memilih tindakan yang aman sesuai kondisi dan kebutuhan klien berdasarkan evidencebased dan memastikan bahwa asuhan yang di berikan bermanfaat bagi klien
5.      Mempertimbangkan kebijakan dan peraturan yang berlaku sumberdaya serta fasilitas yang ada.
C.     Definisi Operasional
1.      Ada format rencana asuhan kebidanan
2.      Format rencana asuhan kebidanan terdiri dari diagnosa rencana tindakan dan evaluasi.

STANDAR V: TINDAKAN
A.           Tindakan kebidanan dilaksanakan berdasarkan rencana dan perkembangan keadaan klien. Tindakan kebidanan dilanjutkan dengan evaluasi keadaan klien.
B.           Definisi Operasional
1.      Ada format tindakan kebidanan dan evaluasi
2.      Format tindakan kebidanan terdiri dari tndakan dan evaluasi
3.      Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan perkembangan klien.
4.      Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang tetap  dan wewnang bidan atau tugas kolaborasi.
5.      Tindakan kebidanan dilaksanakan dengan menerapkan kode etik kebidanan, etika kebidanan serta mempertimbangkan hak klien, aman, dan nyaman.
6.      Seluruh tindakan kebidanan dicatat pada format yang telah tersedia
.
STANDAR VI: PARTISIPASI KLIEN
A.           Tindakan kebidanan dilaksanakan bersama-sama/partisipasi klien dan keluarga dalam rangka peningkatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan.
B.           Definisi Operasional
1.      Klien/keluarga mendapat informasi tentang:
a.       Status kesehatan saat ini
b.      Rencana tindakan yang akan dilaksanakan.
c.       Peran klien/keluarga dalam tindakan kebidanan.
d.      Sumber-sumber dapat dimanfaatkan.
2.      Klien dan keluarga bersama-sama dengan petugas melakukan tindakan/kegiatan.



STANDAR VII: PENGAWASAN
A.           Monitor atau pengawasan terhadap klien dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk mengetahui  perkembangan klien.
B.           Definisi Operasional
1.      Adanya format pengawasan klien
2.      Pengawasan dilaksanakan secara terus menerus, sistematis untuk mengetahui keadaan perkembangan klien.
3.      Pengawasan yang dilaksanakan selalu di catat pada catatan yang telah di sediakan.

STANDAR VIII: EVALUASI
A.           Evaluasi asuhan kebidanan dilaksanakan terus menerus seiring dengan tindakan kebidanan yang dilaksanakan dan evaluasi dari rencana yang telah dirumuskan.
B.           Definisi operasional
1.      Evaluasi dilaksanakan setelah dilaksanakan tindakan kebidanan klien sesuai  dengan standar ukuran yang telah di tetapkan.
2.      Evaluasi dilaksanakan untuk mengukur rencana yang telah dirumuskan.
3.      Hasil evaluasi di catat pada format yang telah di sediakan.

STANDAR IX: DOKUMENTASI
A.           Asuhan kebidanan didokumentasikan sesuai dengan standar dokumentasi asuhan kebidanan yang di berikan.
B.           Definisi operasional
1.            Dokumentasi dilaksanakan untuk setiap langkah manajemen kebidanan
2.            Dokumentasi dilaksanakan dilaksanakan secara jujur, sistematis, jelas dan ada yang bertanggung jawab
3.            Dokumentasi merupakan bukti legal dari pelaksanaan asuhan kebidanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar