click tracking
Kebidanan: PERUBAHAN SELAMA NIFAS

Minggu, 16 Januari 2011

PERUBAHAN SELAMA NIFAS


PERUBAHAN-PERUBAHAN SELAMA NIFAS
Seorang ibu akan mengalami sebuah masa setelah persalinan, dimana pada masa itu ibu tersebut mengalami berbagai perubahan-perubahan. Perubahan selama masa nifas yang dialami oleh ibu adalah :
1. InvolusiInvolusi uterius adalah perubahan yang merupakan proses kembalinya alat kandungan atau uterius dan jalan lahir setelah bayi lahir hingga mencapai keadaan sebelum hamil.proses involusi terjadi karena adanya proses autolisis aktifitas otot-otot dan iskhemia dimana protein dindig rahim di pecah, diaborsi dan kemudian dibuang melalui urine.
TFU dan berat uterus menurut masa involusi
Involusi
Tinggi fundus uterus
Berat uterus
Bayi lahir
Setinggi pusat
1000 gr
Uri lahir
2 jari dibawah pusat
750 gr
1 minggu
½ pusat dan simphysis
500 gr
2 minggu
Tidak teraba di atas shympisis
350 gr
6 minggu
Bertambah normal
50 gr
8 minggu
Normal
30 gr
2. LokheaLokhea adalah sekret luka yang berasal dari luka dalam rahim terutama luka plasenta dan keluar melalui fagina. Lokhea di bedakan sesuai tingkat penyembuhan luka :
a. Lokhea rubra
Lokhea ini berwarna merah segar seperti darah haid karena banyak mengandung darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban ,sel-sel decidua,vernik caseosa, lanugo, meconium, pengeluarannya segera setelah persalinan sampai 2 hari post partum jumlah makin sedikit.
b. Lokhea sanguilenta
Lokhea ini berwarna merah kuning berisi darah dan lendir karena pengaruh plasma darah,penggeluarannya pada hari ke 3-7 hari post partum.
c. Lokhea serosa
Lekhea ini berwarnah kuning kecoklatan atau serum,pengeluarnnya pada hari 7-14 post Partum.
d. Lokhea Alba
Berupa cairan putih kekuningan pengeluran setelah 2 minggu hari port partum kadang-kadang bila lokhea tetap berwarna merah setelah2 minggu post partum kemungkinan tertinggal sisa plasenta atau selaput amnion.
3. Bekas luka operasi
4. Luka-luka
Pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam waktu 6-7 hari. Ada 4 luka tingkat robekan yang dapat terjadi pada persalinan.
a. Robekan tingkat I yang mengenai mukosa vagina dan jaringan ikat.
b. Robekan tingkat II yang mengenai alat-alat dibawahnya.
c. Robekan tingkat III yang mengenai muskulus sfingter ani.
d. Robekan tingkat IV yang mengenai mukosa rectum.
5. Rasa sakit
6. Laktasi
Laktasi adalah proses pembentukan dan pengeluaran ASI. Fisiologi laktasi itu sendiri adalah pada saat persalinan hormone estrogen dan progesterone menurun sedangkan prolaktin meningkat.hisapan bayi pada putting susu memacu atau merangsang kelenjar hipofise anterior untuk mempruduksi atau melepaskan proklatin sehingga terjadi sekreksi ASI.
Perubahan yang terdapat pada kedua mamma pada sejak kehamilan muda :
a) Proliferasi jaringan, terutama kelenjar-kelenjar & alveolus & lemak.
b) Pada duktus laksiferus terdapat colostrum.
c) Hipervaskularisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian dalam mamma.
d) setelah partus, pengaruh menekan dari esterogen & progresteron terhadap hipofisis hilang. Timbul pengaruh hormon-hormon hipofisis kembali, antara lain lactogenic hormone (prokeksin). Pengaruh oksitosin mengakibatkan mioepitelium kelenjar-kelenjar susu berkontraksi, sehingga pengeluaran ASI dilaksanakan. Umumnya produksi asli berlangsung betul pada hari ke-2-3 post partum. Pada hari-hari I ASI mengandung colostrum, mengandung protein albumin dan globulin & benda-benda kolostrum dengan diameter 0,001-0,025 mm dan mudah dicerna. Rangsangan terbaik untuk mengeluarkan ASI adalah dengan menyusui bayi itu sendiri. Kadar prolaktin meningkat dengan perangsangan fisik pada putting mamma.
7. Darah kembali mengental (hemokonsentrasi)
Selama hamil, darah ibu relatif lebih encer, karena cairan darah ibu banyak, sementara sel darahnya berkurang. Bila diperiksa kadar hemoglobinnya (Hb) akan tampak sedikit penurunan dari angka normal, sebesar 11-12 gr persen. Kalau hemoglobinnya terlalu rendah maka bisa terjadi anemia atau kekurangan darah. Oleh karena itu, selama hamil ibu perlu diberi obat-obatan penambah darah sehingga sel-sel darahnya bertambah dan konsentrasi darah atau hemoglobinnya normal, tidak terlalu rendah. Nah, setelah melahirkan, sistem sirkulasi darah ibu akan kembali seperti semula. Darah kembali mengental, di mana kadar perbandingan sel darah dan cairan darah kembali normal. untuk keadaan seperti ini diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali sediakala. Umumnya terjadi pada hari ke 3 sampai hari ke 15 postpartum.
8. Psikososial
Periode masa nifas merupakan waktu untuk terjadi stres, terutama ibu primipara. Fungsi yang mempengaruhi untuk sukses dan lancarnya masa transisi menjadi orang tua. Respon dan support dari keluarga dan teman dekat. Riwayat pengalaman hamil dan melahirklan yang lalu. Harapan / keinginan dan aspirasi ibu saat hamil dan melahirkan. Periode ini diexpresikan oleh reva rubin yang terjadi 3 tahap yaitu :
a. Phase Taking In atau tahap ketergantungan
Terjadi pada hari 1-2 post partum,perhatian ibu terhadap kebutuhan dirinya,pasif dan tergantung.Ibu tidak menginginkan kontak dengan bayinya bukan berarti tidak memperhatikan.Dalam phase ini yang diperlukan ibu adalah informasi tentang bayinya,bukan cara merawat bayi.
b. Phase Taking Hold
Phase ini berlangsung sampai kira-kira 10 hari.Ibu berusaha mandiri dan berinisiatif, perhatian terhadap dirinya mengatasi tubuhnya,misalnya kelancaran miksi dan defikasi,melakukan aktefitas duduk,jalan,belajar tentang perawatan diri dan bayinya,timbul kurang percaya diri sehingga mudah mengatakan tidak mampu melakukan perawatan. Pada saat ini sangat dibutuhkan sistem pendukung terutama bagi bagi ibu muda atau primipara karena pada phase ini seiring dengan terjadinya post partum blues.
c. Fase Letting Go atau saling ketergantungan
Dimulai sekarang minggu ke 5-6 pasca kelahiran.Tubuh ibu telah sembuh, secara fisik ibu mampun menerima tanggung jawab normal dan tidak lagi menerima peran sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar