click tracking
Kebidanan: Perubahan pada Bayi Baru Lahir

Minggu, 16 Januari 2011

Perubahan pada Bayi Baru Lahir

Perubahan pada Bayi Baru Lahir
Sebagai akibat perubahan lingkungan dari kehidupan intrauterine ke lingkungan ekstra uterine, bayi menerima rangsangan yang bersifat kimiawi, mekanik dan teknik. Hasil perangsangan ini membuat bayi akan mengalami perubahan metabolik, pernapasan, sirkulasi suhu tubuh, gastrointestinal, kekebalan tubuh, perkemihan, perubahan darah dan sistem neuromuskuler.
a. Perubahan Metabolisme Karbohidrat
Oleh karena penekanan gula darah tali pusat dari 65 mg/ 100 ml menjadi 50 mg/ 100 ml dalam waktu 2 jam sesudah lahir neonatus memerlukan energi tambahan pada jam-jam pertama setelah lahir.
Koreksi penurunan gula darah dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu melalui penggunaan ASI, penggunaan cadangan glikogen, dan pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak. Bayi yang sehat akan menyimpan glukosa sebagai glikogen terutama dalam hati, selama bulan-bulan pertama kehidupan dalam rahim.
b. Perubahan Sistem Pernapasan
Pernapasan pertama bayi terjadi 30 detik sesudah kelahiran. Pernapasan timbul akibat aktivitas normal susunan syaraf pusat dan perifernya dibantu rangsangan lain seperti kemoreseptor carotid yang snagat peka terhadap kekurangan oksigen, rangsangan hipoksia, sentuhan dan perubahan suhu di dalam dan luar uterus. Semua ini menyebabkan perangsangan pusat pernapasan dalam otak yang melanjutkan rangsangantersebut untuk menggerakkan diafragma serta otot-otot pernapasan lainnya.
c. Perubahan Sirkulasi
Dengan berkembangnya paru tekanan oksigen did lam alveoli meningkat. Sebaliknya tekanan CO2 menurun. Hal ini disebabkan resistensi pembuluh darah paru turun, sehingga aliran darah kea lat tersebut meningkat. Ini menyebabkan darah arteri pulmonalis mengalir ke paru dan duktus arteriosus menutup.
Dengan menciutnya arteri dan vena paru kemudian dipotongnya tali pusat, aliran darah dari plasenta melalui vena kava inferior dan foramen oval eke atrium terhenti. Dengan diterimanya darah oleh atrium kiri dan menyebabkan foramen ovale menutup dan sirkulasi bayi yang hidup di luar badan ibu.
d. Perubahan Suhu Tubuh
Bayi baru lahir belum dapat mengukkur suhu tubuhnya sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan baru. Pada saat bayi meninggalkan lingkungan rahim ibu yang hangat, bayi tersebut kemudian masuk ke dalam lingkungan ruang bersalin yang jauh lebih dingin. Suhu ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit, sehingga mendinginkan darah bayi.
e. Perubahan Sistem Gastrointestinal
Kemamapuan BBL cukup bulan untuk menelan dan mencerna maknaan (selain ASI) masih kurang. Hubungan antara esophagus bagian bawah dan lambung masih belum sempurna yang mengakibatkan gumoh. Kapasitas seorang lambung < 30 gr, untuk seorang BBL cukup bulan. Pengaturan makanan yang sering oleh bayi sendiri penting contohnya memakai ASI sesuai kebuthan.
f. Perubahan Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem imunitas BBL belum matang, sehingga neonatus rentan terhadap berbagai infeksi masih lemah dan tidak memadai. Oleh karena itu pencegahan terhadap mikroba seperti pada praktek APN yang aman dan menyusui dini serta pengobatan dini infeksi menjadi sangat pentinn.
g. Perubahan Sistem Perkemihan
Kencing biasanya terjadi segera setelah lahir tetapi pada 8% dari neonatus dapat tertunda hingga hari ke-2 mula-mula jumlah urine yang dikeluarkan sekitar 20 ml tetapi akan bertambah dengan masukan cairan.
h. Pengelolaan Darah
Selama 2 minggu setelah lahir, oksigenasi meningkat dari sel-sel darah merah dalam jumlah yang besar tidka lagi dibutuhkan, sehingga terjadi hemolisis. Penurunan sel darah merah dan hemoglobin janin yang terjadi selama 3 bulan pertama kehidupan ini menyebabkan anemia fisiologis.
Selama beberapa hari pertama kehidupan tingkat protombin menurun dan waktu pembekuan lebih lama. Proses kebanyakan antara hari ke-2 dan ke-5 postnatal. Agar tidak terjadi lebih parah, hal ini dapat dicegah dengan pemebrian Vit K, setelah bayi lahir waktu pembekuan akan stabil antara 7-10 hari.
i. Sistem Neuromuskuler
Reflek pelindung yang terdapat pada bayi meliputi : reflek moro, tonus leher, menggenggam, mata berkedip dan nangis. Reflek moro terjadi apabila ada rangsangan mendadak yang menyebabkan lengan terangkat ke atas dan ke bawah.
Bayi juga mempunyai refleks yang terjadi dari menghisap, rooting, swallowing, dan reflek walking yaitu suatu reflek kaki secara spontan apabila bayi tersebut diangkat tegak dan kakinya satu persatu pada satu dasar, maka bayi akan melakukan gerakan melankah seperti belajar berjalan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar